Dari Diskursus ke Gerakan: PKD VII PMII UNU Blitar Cetak Kader Mujahid
![]() |
| Doc. Pembukaan PKD UNU BLITAR |
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UNU Blitar kembali menggelar Pelatihan Kader Dasar (PKD) ke-7 pada Jumat, 10 April 2026. Mengusung tema “Kader PMII sebagai Agen Transformasi dari Diskursus Menuju Gerakan”, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendorong kader agar tidak hanya berhenti pada tataran wacana, tetapi mampu melahirkan aksi nyata. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung khidmat dan penuh semangat.
Acara dibuka oleh MC Lailatul Muna Fadila, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan dan pembacaan tahlil dalam rangka memperingati harlah PMII yang dipimpin oleh Sahabat Huda.
Ketua Komisariat, Ahmad Kafiy, dalam sambutannya menegaskan bahwa PKD bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang pembentukan karakter kader yang progresif. Ia menyoroti kecenderungan kader yang kerap berhenti pada diskusi tanpa diiringi gerakan nyata. “Sering kali kita hanya berhenti di diskusi saja, tetapi secara harokah masih kurang. Setelah PKD ini, kami berharap lahir gerakan-gerakan baru. Sebab, suatu kebaikan bisa kalah oleh keburukan yang terorganisasi,” tegasnya.
Senada dengan itu, Ketua Cabang PMII Blitar, Riski Fadila, menekankan pentingnya mengembalikan khittoh PMII sebagai bagian integral dari Nahdlatul Ulama. Ia menyampaikan bahwa output PKD adalah kader yang dikukuhkan sebagai mujahid, yakni pejuang yang siap menjadi ujung tombak organisasi. “Tajdidun niat menjadi kunci. Kita harus membangun kembali ruh perjuangan, menyamakan semangat, dan melanjutkan estafet kepemimpinan,” ujarnya.
Sementara itu, Mabinkom PMII UNU Blitar, Mukhtarun Niam, menjelaskan tahapan kaderisasi di PMII. Ia menekankan pentingnya keyakinan ideologis Mapaba sebagai fondasi kader. “Setelah Mapaba kalian akan mendapat gelar mu'takid, setelah PKD mendapat gelar kader mujahid. Kemudian PKL melahirkan kader mujtahid, dan PKN akan melahirkan muqarik. Semua jenjang ini bertujuan mencetak kader yang memperjuangkan nilai keislaman, keindonesiaan, dan ke-PMII-an,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Sekolah MI Al Hasyimiyah, Abdul Wahid Lutfi, turut berbagi pengalaman terkait pengelolaan lembaga pendidikan dan usaha. Ia menyebut bahwa lembaga yang ia kelola masih tergolong baru, namun memiliki potensi berkembang. “Madrasah ini baru berdiri dua tahun, masih kelas 1 dan 2. Kami mohon doa agar bisa berkembang pesat,” ungkapnya.
PKD ke-7 ini diharapkan mampu menjadi titik awal transformasi kader PMII UNU Blitar, dari sekadar diskursus intelektual menuju gerakan konkret yang berdampak bagi masyarakat, bangsa, dan agama.
Penulis :Mas Dim..

Komentar
Posting Komentar