Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

Saat Budaya Menjadi Jalan Ibadah: Makna Unggahan dan Nyekar di Tanah Jawa

Gambar
  Doc. Potret bunga yang dibawa penziarah makam Tradisi unggahan dan nyekar yang dilaksanakan masyarakat di Sweden Kaligrenjeng , Wonotirto, Blitar , merupakan potret indah bagaimana budaya lokal Jawa tetap hidup berdampingan dengan nilai-nilai spiritual Islam .  Tradisi ini bukan sekadar ritual turun-temurun, tetapi juga simbol rasa syukur, kebahagiaan, dan kesiapan batin dalam menyambut bulan suci Ramadhan . Secara positif, unggahan atau kenduri menunjukkan kuatnya nilai gotong royong dan kebersamaan.  Masyarakat berkumpul, berdoa, dan berbagi makanan sebagai bentuk solidaritas sosial. Ini sejalan dengan ajaran agama yang menekankan pentingnya silaturahmi dan berbagi rezeki sebelum memasuki bulan penuh berkah.  Sementara tradisi nyekar mengandung makna reflektif: manusia diingatkan akan asal-usulnya, jasa leluhur, serta kenyataan bahwa hidup di dunia bersifat sementara. Kesadaran ini justru memperdalam keimanan karena menumbuhkan kerendahan hati dan kesiapan...

Kepatuhan Instruksi NU dan Soliditas Jamaah dalam Harlah 100 Tahun NU Blitar Raya

Gambar
Doc. Jama'ah yang sangat padat  Padatnya jamaah dalam peringatan Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama ( NU ) Blitar Raya di Stadion Soepriadi merupakan bukti kuat efektivitas instruksi dan konsolidasi organisasi NU hingga ke akar rumput. Instruksi yang disampaikan melalui struktur NU terbukti mampu menggerakkan warga Nahdliyin secara tertib, disiplin, dan penuh kesadaran untuk hadir serta berpartisipasi dalam momentum bersejarah satu abad NU . Sejak dini hari, tepat pukul 04.00 WIB, ribuan jamaah telah memadati stadion untuk mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan. Kehadiran jamaah dalam jumlah besar tersebut tidak bersifat spontan semata, melainkan mencerminkan kepatuhan warga NU terhadap arahan organisasi serta kuatnya budaya ta’dhim dan khidmah yang telah mengakar. Antusiasme semakin terlihat dengan hadirnya ribuan santri dari berbagai pesantren di wilayah Blitar Raya. Para santri datang sebagai representasi generasi penerus NU yang siap melanjutkan estafet perjuangan para muas...

September Hitam, Pentas Seni yang Membuka Mata

Gambar
Doc. Pentas seni kelompok 1 Sabtu, 27 September 2025, panggung Arena Kreasi PBAK STIT Al-Muslihuun Tlogo Blitar menjadi saksi lahirnya sebuah karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menggugah kesadaran. Kelompok 1 menampilkan musikalisasi puisi Mata Luka Sengkon Karta , sebuah pertunjukan yang menyatukan seni dan kritik sosial. Doc. Momentum makan bersama pendamping kelompok 1 dan juga para anggotanya  Di bawah pendampingan Ubaid Dimas Romandhan sebagai pendamping kelompok, para anggota yang terdiri dari Dana Eka Rahmawati, Fatwa Husnatun Naharin, Zuli Hawa Assalamah, Moh. Chizqy Labib Asrofi, Lailatul Nur Aisyah, Dewi Zulfa Ikvini, dan Moechamad Bagus Bana berhasil menampilkan karya yang menakjubkan.  Mereka menghidupkan kembali kisah pilu Sengkon dan Karta , bukan sekadar pertunjukan, tetapi sebuah pengingat bahwa penindasan dan pelanggaran HAM tidak boleh dibiarkan membeku dalam ingatan sejarah. Dibawah adalah sedikit cuplikan video pentas seni kelompok 1  Tem...

Semangat Berprestasi di Tengah Perubahan Aturan

Gambar
Doc. Bukti lolos tingkat kota/kabupaten menuju tingkat provinsi  Prestasi bukanlah milik mereka yang lahir dalam kenyamanan semata, melainkan milik mereka yang mampu bertahan di tengah perubahan. Kalimat ini rasanya tepat menggambarkan sosok Sella Ayunda Agustina , siswi kelas 12-1 Madrasah Aliyah Sirojuth Tholibin , Sutojayan , Blitar . Di usianya yang baru 17 tahun, tepatnya kelahiran Blitar, 15 Agustus 2008, Sella sukses menorehkan prestasi membanggakan dengan lolos ke tingkat provinsi dalam Olimpiade Matematika (OMI) 2025 . Pencapaian ini bukan hadiah yang datang tiba-tiba, melainkan hasil dari ketekunan belajar, doa yang tak putus, serta bimbingan para guru yang sabar menuntun. Madrasah Aliyah Sirojuth Tholibin sendiri dikenal sebagai lembaga yang menyelaraskan ilmu agama dan ilmu umum. Aturan baru yang diterapkan tahun ajaran ini jelas membawa tantangan tersendiri, namun sesungguhnya itu adalah langkah maju dalam mencetak generasi yang bukan hanya cerdas secara intelektual, t...