Riuh di Balik Tenang

Angan yang penuh dengan ilusi dan halusinasi 

Di balik diamnya,

ada lorong panjang yang tak pernah lampunya padam.
Langkahnya tampak tenang,
namun dadanya penuh suara yang saling berkejaran.

Ia belajar tersenyum
sambil memikul hari esok yang belum bernama,
menjaga orang-orang yang dicintai
tanpa pernah menghitung lelahnya sendiri.

Ada janji yang ingin ditepati,
arah yang masih kabur,
serta hitungan hari yang menuntut cukup
di saat genggaman sering terasa kosong.

Ia berdiri di antara tanggung jawab dan harapan,
antara panggilan untuk mengabdi
dan keinginan sederhana untuk dimengerti.

Malam sering menjadi saksi,
ketika ia menunduk
menghitung ulang langkah,
menimbang khilaf,
lalu diam-diam memohon ampun
agar esok masih diberi kekuatan untuk berjalan.



Penulis     :Inisial U    

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PAC IPNU-IPPNU Wonotirto Resmi Dilantik: Momentum Penguatan Potensi dan Inovasi Kader Muda NU

Catatan Malam Seorang Mahasiswa Kampus Barokah

Dari Celengan Jumat Berkah Menjadi Hewan Kurban: SDN Sumberboto 02 Wujudkan Semangat Gotong Royong dan Pendidikan Karakter