Riuh di Balik Tenang
![]() |
| Angan yang penuh dengan ilusi dan halusinasi |
ada lorong panjang yang tak pernah lampunya padam.
Langkahnya tampak tenang,
namun dadanya penuh suara yang saling berkejaran.
Ia belajar tersenyum
sambil memikul hari esok yang belum bernama,
menjaga orang-orang yang dicintai
tanpa pernah menghitung lelahnya sendiri.
Ada janji yang ingin ditepati,
arah yang masih kabur,
serta hitungan hari yang menuntut cukup
di saat genggaman sering terasa kosong.
Ia berdiri di antara tanggung jawab dan harapan,
antara panggilan untuk mengabdi
dan keinginan sederhana untuk dimengerti.
Malam sering menjadi saksi,
ketika ia menunduk
menghitung ulang langkah,
menimbang khilaf,
lalu diam-diam memohon ampun
agar esok masih diberi kekuatan untuk berjalan.
Penulis :Inisial U

Komentar
Posting Komentar