Postingan

September Hitam, Pentas Seni yang Membuka Mata

Gambar
Doc. Pentas seni kelompok 1 Sabtu, 27 September 2025, panggung Arena Kreasi PBAK STIT Al-Muslihuun Tlogo Blitar menjadi saksi lahirnya sebuah karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menggugah kesadaran. Kelompok 1 menampilkan musikalisasi puisi Mata Luka Sengkon Karta , sebuah pertunjukan yang menyatukan seni dan kritik sosial. Doc. Momentum makan bersama pendamping kelompok 1 dan juga para anggotanya  Di bawah pendampingan Ubaid Dimas Romandhan sebagai pendamping kelompok, para anggota yang terdiri dari Dana Eka Rahmawati, Fatwa Husnatun Naharin, Zuli Hawa Assalamah, Moh. Chizqy Labib Asrofi, Lailatul Nur Aisyah, Dewi Zulfa Ikvini, dan Moechamad Bagus Bana berhasil menampilkan karya yang menakjubkan.  Mereka menghidupkan kembali kisah pilu Sengkon dan Karta , bukan sekadar pertunjukan, tetapi sebuah pengingat bahwa penindasan dan pelanggaran HAM tidak boleh dibiarkan membeku dalam ingatan sejarah. Dibawah adalah sedikit cuplikan video pentas seni kelompok 1  Tem...

Semangat Berprestasi di Tengah Perubahan Aturan

Gambar
Doc. Bukti lolos tingkat kota/kabupaten menuju tingkat provinsi  Prestasi bukanlah milik mereka yang lahir dalam kenyamanan semata, melainkan milik mereka yang mampu bertahan di tengah perubahan. Kalimat ini rasanya tepat menggambarkan sosok Sella Ayunda Agustina , siswi kelas 12-1 Madrasah Aliyah Sirojuth Tholibin , Sutojayan , Blitar . Di usianya yang baru 17 tahun, tepatnya kelahiran Blitar, 15 Agustus 2008, Sella sukses menorehkan prestasi membanggakan dengan lolos ke tingkat provinsi dalam Olimpiade Matematika (OMI) 2025 . Pencapaian ini bukan hadiah yang datang tiba-tiba, melainkan hasil dari ketekunan belajar, doa yang tak putus, serta bimbingan para guru yang sabar menuntun. Madrasah Aliyah Sirojuth Tholibin sendiri dikenal sebagai lembaga yang menyelaraskan ilmu agama dan ilmu umum. Aturan baru yang diterapkan tahun ajaran ini jelas membawa tantangan tersendiri, namun sesungguhnya itu adalah langkah maju dalam mencetak generasi yang bukan hanya cerdas secara intelektual, t...

Hujan, Malam, dan Bayangmu

Gambar
  Gambar. Ilustrasi Hujan , Malam, dan Bayangmu Dimalam yang sepi dan dingin, aku kembali berdiam dalam ruang hening, meraba-raba rasa yang semakin menyesak di dada. Di luar sana, hujan mengetuk jendela kamar seperti alunan gamelan alam yang penuh rahasia. Setiap tetesnya seakan mewakili detak rindu yang tak pernah usai, mengalir, jatuh, lalu pecah menjadi gema yang hanya aku pahami. Aku mencoba menuliskan rindu ini, namun tinta terasa terlalu kering untuk mewakili gelombang yang meluap di dalam dada. Habibati , engkau yang kini tengah terkurung indah dalam penjara suci. Di sana, hari-harimu tersusun oleh lantunan ayat suci, dzikir , dan lantunan doa yang mengudara. Sedangkan aku, di luar penjara itu, masih bergelut dengan bangku , mengejar mimpi di antara rapat, agenda-agenda yang seakan tak kenal waktu, dan suara-suara forum yang terus berdentum. Aku sibuk, namun sesungguhnya hatiku terikat oleh satu hal: rinduku padamu. Malam sering kali menjadi ruang pertemuan paling setia bag...

Makna dari Simbol One Piace, Attack on Titan,dan Akame ga Kill

Gambar
  0.1 bendera Mugiwara (One Piace) Simbol selalu memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar gambar di atas kain. Ketika sekelompok orang memilih bendera Mugiwara ( One Piece ), mereka mungkin tidak sedang merayakan bajak laut dalam arti harfiah, melainkan sedang menyuarakan semangat kebebasan, persaudaraan, dan keberanian melawan penindasan. Bendera itu menjadi lambang harapan bahwa hidup bisa dijalani tanpa belenggu, sama seperti kru Topi Jerami yang berlayar mengejar mimpi. Namun, jika simbol itu ditolak atau dianggap tidak pantas, muncul pilihan lain: bendera Attack on Titan ( AOT ). Di sini, pesan yang tersirat bukan sekadar perang, melainkan keinginan untuk menembus tembok keterbatasan, membebaskan diri dari penjara ketakutan, dan melawan sistem yang mengekang. Itu adalah tanda bahwa masih ada ruang bagi harapan, keberanian, dan perjuangan menuju kebebasan sejati. 0.2 bendera Attack on Titan (AOT) Pertanyaan kemudian muncul: apakah kita akan dipaksa menggunakan simbol ...

Mengapa Semangat Siswa MA Sirojuth Tholibin Tak Surut di Tengah Panas Saat Lomba PBB Blitar?

Gambar
Gambar 0.1 siswa MA Sirojuth Tholibin   Blitar – Pada Rabu, 20 Agustus 2025, siswa-siswi MA Sirojuth Tholibin Bacem, Sutojayan mengikuti perlombaan Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang digelar di Kecamatan Sutojayan, Blitar . Lomba ini diikuti lebih dari 17 sekolah dari berbagai wilayah, sebagaimana disampaikan oleh Sri Hangerenie, guru pendamping MA Sirojuth Tholibin. Perlombaan dimulai dengan start dari Lapangan Brubuh dan berakhir di Alun-Alun Lodoyo , di mana setiap peserta menampilkan kekompakan serta disiplin mereka sepanjang rute yang cukup panjang dan menguras tenaga. Persiapan sudah dilakukan sejak Senin, 4 Agustus 2025, dengan latihan rutin yang didampingi para guru. Bahkan, pada hari Kamis hingga Sabtu, latihan dilakukan langsung bersama tentara, untuk mematangkan formasi dan kekompakan. Hal ini dibenarkan oleh salah satu siswi peserta lomba, yang menuturkan bahwa latihan terasa semakin disiplin dengan arahan dari pihak militer. Gambar 0.2 peserta yang memakai seragam d...

Mengapa Terlihat Banyak Kerumunan Orang di Samping Bukit Bonsai?

Gambar
Gambar.01 truk yang terguling Blitar — Kerumunan warga memadati area samping Bukit Bonsai, atau yang juga dikenal dengan Watu Lawang , di Tumpak Waru , Kecamatan Kademangan , Blitar, pada Sabtu (9/8/2025) siang. Rupanya, keramaian itu dipicu oleh kecelakaan sebuah truk tebu yang terguling pada pukul 12.14 WIB. Menurut informasi, truk yang diduga membawa tebu dengan kelebihan kapasitas tersebut mengalami insiden hingga tumpah di badan jalan.  Kecelakaan ini menyebabkan dua korban, yakni seorang kakek dan seorang ibu-ibu yang diduga memiliki hubungan keluarga sebagai anak dan orang tua. Keduanya dikabarkan dalam perjalanan pulang. Salah satu korban, seorang kakek, terlihat tidak mampu berdiri karena tertimpa muatan tebu. Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian mengenai kondisi terkini korban tersebut. Seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, "Padahal sudah ada wacana bahwa jalan untuk truk tebu akan dialihkan ke Ludoyo , namun entah kenapa masih banyak...

Konferancab IV PAC IPNU-IPPNU Wonotirto Sukses Digelar, Rizal dan Afifi Terpilih Sebagai Mandataris Baru

Gambar
Potret ketua IPNU dan IPPNU yang terpilih  Wonotirto, Blitar — Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PAC IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PAC IPPNU) Kecamatan Wonotirto sukses menggelar Konferensi Anak Cabang (Konferancab) ke-IV pada Minggu, 20 Juli 2025.  Acara yang sakral dan penuh khidmat tersebut berlangsung di Gedung Madrasah Diniyah (Madin) At-Ta’awun, Dusun Tambakrejo, Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar. Dengan mengusung tema "tatag,teteg,tutug”, Konferancab ini menjadi momen penting untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, menyusun program kerja baru, dan memilih pemimpin yang akan membawa tongkat estafet perjuangan PAC IPNU-IPPNU Wonotirto ke depan. Acara ini turut dihadiri oleh Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Blitar, tokoh-tokoh NU setempat, pengurus ranting se-Kecamatan Wonotirto, para alumni, serta tamu undangan lainnya yang memberikan dukungan penuh terhadap keberlangsungan organisasi pelajar NU di wilayah pe...

Dua Pohon Randu Alas Patah Secara Bersamaan

Gambar
Foto pohon randu alas yang patah Blitar – Sebuah peristiwa langka dan penuh makna terjadi pada dua pohon randu alas raksasa yang berada di dua lokasi berbeda: Desa Tumpak Kepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, Jawa Timur dan wilayah Solo, Jawa Tengah. Kedua pohon ini—yang secara turun-temurun diyakini sebagai sepasang “randu alas perempuan dan laki-laki”—dilaporkan patah pada waktu yang sama: hari, tanggal, bulan, tahun, bahkan jamnya. Peristiwa ini mengejutkan warga dan para pecinta sejarah serta budaya lokal. Pasalnya, kedua pohon tersebut bukan hanya sekadar pohon tua, melainkan juga peninggalan sejarah yang diyakini berasal dari masa Kerajaan Kediri, serta dikelilingi oleh cerita mistis dan simbolik yang kuat. Menurut warga sekitar, pohon randu alas di Blitar yang dikenal sebagai randu alas perempuan memiliki energi spiritual yang saling terhubung dengan pohon pasangannya di Solo, yang disebut randu alas laki-laki. Hubungan keduanya sering diibaratkan sebagai dua jiwa yang meny...

Wow! Pohon Randu Alas Tertua di Dunia Ada di Blitar, Disambangi Dua Pemuda dalam Ekspedisi Unik

Gambar
Foto Udin,Kalimantan Selatan  Foto Ubaid Dimas,Wonotirto,Blitar   Blitar – 13 Juli 2025 Sebuah penemuan mencengangkan datang dari Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Di Desa Tumpak Kepuh, Kecamatan Bakung, terdapat sebuah pohon randu alas raksasa yang disebut-sebut sebagai pohon randu tertua di dunia. Keberadaannya yang kokoh dan megah menjadi daya tarik luar biasa, bukan hanya karena ukurannya yang fantastis, tapi juga karena kisah sejarah dan mistis yang melingkupinya. Menurut penuturan warga setempat, pohon randu alas ini telah ada sejak sebelum bangsa Belanda menjajah Indonesia, menjadikannya saksi bisu dari berbagai zaman dan peristiwa bersejarah. Bahkan, menurut cerita turun-temurun, pohon ini diyakini sebagai peninggalan dari masa Kerajaan Kediri, sebuah kerajaan besar yang pernah berjaya di tanah Jawa pada abad ke-11 hingga ke-13. Hal ini memperkuat dugaan bahwa pohon tersebut berusia ratusan bahkan mungkin lebih dari seribu tahun. Pada Minggu, 13 Juli 2025, dua pemuda ...

Lazisnu Sumberboto Serahkan Donasi Kemanusiaan untuk Keluarga Bapak Mispan

Gambar
 Kaligrenjeng, 5 Juli 2025 – Lazisnu Ranting Sumberboto menyalurkan bantuan donasi kemanusiaan kepada keluarga Bapak Mispan, warga Dusun Sweden RT 003/RW 006, Desa Kaligrenjeng, yang sedang menjalani perawatan di RS UD Kanjuruhan Malang akibat cedera serius setelah jatuh dari pohon kelapa setinggi 10 meter.  Penyerahan donasi dilakukan pada Sabtu, 5 Juli 2025, di Rumah Bapak Mespan oleh Riyan, selaku Ketua Madrasah Diniyah Masjid Miftahul Jannah.   Bantuan ini merupakan wujud kepedulian warga dan para dermawan yang tergugah setelah mengetahui kondisi Bapak Mispan yang mengalami patah tulang belakang dan membutuhkan biaya pengobatan yang besar.  Penggalangan dana ini mulai dibuka sejak 1 Juli 2025 yang diserahkan kepada Siti Nur Umniyah,selaku anak dari Bapak Mespan. Donasi terus berdatangan berkat sebaran informasi dari warga, salah satunya melalui akun WhatsApp “Mak Nah”.  Dalam penyerahan tersebut, keluarga Bapak Mispan menyampaikan rasa terima kasih atas...